Mengulas seputar bata merah yang perlu kamu tahu

/

Bata Merah dapat didefinisikan yaitu suatu unsur bangunan, yang diperuntukkan pembuatan konstruksi bangunan dan yang dibuat dari tanah dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain, dibakar cukup tinggi, hingga tidak dapat hancur lagi, bila direndam dalam air. Penamaan batu bata merah yang sering kita dengar berguna hanya untuk membedakan antara batu-bata dari tanah yang dibuat melalui pembakaran dengan bata beton atau bata traskapur yang dibuat tanpa melalui proses pembakaran.

Proses pembuatan batu bata yang diawali dari penggalian tanah yang diletakkan pada tempat yang rata, setelah itu diberi air secukupnya agar tanah dan air tadi menyatu, setelah itu tanah yang telah diberi air tadi dibawa menuju tempat percetakan. Dimana cetakan tersebut terbuat dari kayu, setelah dicetak batu-bata dikeringkan pada tempat yang lapang agar batu-bata tersebut dapat disinari matahari secara langsung. Beberapa hari kemudian batu-bata tadi dibawa ketempat pembakaran yang telah ada dan dibakar selama 3 (tiga) atau 4 (empat) hari. Selanjutnya bata siap dipasarkan.

Berdasarkan kriteria kuat tekan, bata merah dibedakan atas tiga tingkatan (NI – 10). Tingkat I dengan kuat tekan rata-rata dari sepuluh benda uji adalah 100 kg / cm2 atau lebih tanpa adanya penyimpangan hasil uji kuat tekan. Tingkat II dengan kuat tekan rata-rata 80 sampai 100 kg / cm2 dengan penyimpangan 1 dari 10 benda uji sedangkan untuk bata Tingkat III adalah dengan kuat tekan rata-rata 60 sampai 80 kg / cm2 dengan penyimpangan 2 dari 10 benda uji.
Menurut NI 10, ukuran – ukuran panjang, lebar dan tebal dari bata merah ditentukan dan dinyatakan dalam perjanjian antara pembeli dan penjual (pembuat). Ukuran bata merah standar ialah seperti di bawah ini :
a. Bata merah dengan ukuran panjang 240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm.
b. Bata merah dengan ukuran panjang 230 mm, lebar 110 mm, tebal 50 mm.

Penyimpangan terbesar, dari ukuran – ukuran seperti tersebut diatas ialah : untuk panjang maksimum 3 %, lebar maksimum 4 % tebal maksimum 5 %, tetapi antara bata dengan ukuran – ukuran yang terbesar dan bata dengan ukuran – ukuran terkecil, selisih maksimum yang diperoleh ialah : untuk panjang 10 mm ; lebar 5 mm ; tebal 4 mm.
Secara garis besar sifat fisik bata merah yang baik harus mempunyai rusuk-rusuk yang tajam, siku, bidang-bidang sisi datar, tidak menunjukan retak-retak dan perubahan bentuk yang berlebihan.
Warnanya seragam untuk keseluruhan permukaan yang menandakan ratanya pembakaran pada bata tersebut. Berat bata merah diambil berdasarkan nilai rata – rata dari 10 ( sepuluh) benda uji yang ditimbang dengan ketelitian timbangan 10 gram.
Dalam peraturan NI – 10 ditetapkan :
a. Bentuk
Dinyatakan dengan bidang-bidangnya rata atau tidak rata, menunjukan retak-retak atau tidak, rusuk-rusuknya siku dan tajam atau tidak, kelihatan rapuh atau tidak.
Untuk mengetahui bata-bata tadi rata bidang-bidangnya, serta siku rusuk-rusuknya, dari sepuluh buah bata diperiksa bidang-bidangnya serta rusuk-rusuknya dengan alat penyiku. Berapa buah yang tidak sempurna bentuknya, dinyatakan dalam % dari jumlah yang diperiksa.
b. Warna
Dinyatakan dengan merah tua, muda, kekuning-kuningan, kemerah-merahan, keabu-abuan, hitam, putih. Warna pada penampang dalam belahan ( patahan ) merata atau tidak merata. Mengandung butir-butir kasar atau tidak serta rongga-rongga didalamnya, tidak boleh terlalu masak dan tidak boleh terlalu mentah.
c. Berat
Sepuluh buah bata utuh yang diambil dengan sembarang dari jumlah contoh yang diserahkan, masing-masing ditimbang beratnya dengan ketelitian sampai 10 gram.
Penimbangan dilakukan dalam keadaan kering udara di dalam ruangan pengujian. Hasil Penimbangan dihitung nilai rata-ratanya dan dinyatakan dalam kg.
d. Ukuran-ukuran
Pengukuran panjang, lebar dan tebal dilakukan paling sedikit di tiga tempat berbeda untuk masing-masing sisi dan dirata-ratakan. Pengukuran dilakukan untuk 50 benda uji.
Untuk tiap – tiap bata, penyimpangan yang terbesar dari ukuran – ukuran menurut syarat dinyatakan dalam %. Penyimpangan terbesar dari ukuran – ukuran tersebut diatas ialah :
 Untuk Panjang Maksimum 3%
 Untuk Lebar Maksimum 4%
 Untuk Tebal Maksimum 5%

Tetapi antara bata – bata dengan ukuran-ukuran yang terbesar dan bata dengan ukuran-ukuran terkecil, selisih maksimum yang diperbolehkan ialah : Untuk panjang 10 mm, Lebar 5 mm, Tebal 4 mm.
Jumlah benda-benda percobaan yang boleh menunjukkan penyimpangan dalam ukuran – ukuran lebih dari penyimpangan maksimum yang telah ditentukan ialah :
 Bata Merah mutu tingkat I ( satu ) ; Tidak ada yang menyimpang.
 Bata merah mutu tingkat II (dua) ; Satu buah dari sepuluh buah benda percobaan.
 Bata Merah mutu tingkat III ( tiga) ; Dua buah dari sepuluh buah benda percobaan.

Dari hasil pengukuran panjang, lebar dan tebal, tiap – tiap bata dihitung rata – ratanya dan dinyatakan dalam mm. Panjang, lebar tebal rata – rata ialah jumlah panjang, lebar, tebal rata – rata dibagi jumlah sample.
Bata Merah biasanya digunakan sebagai pondasi dan dinding bangunan rumah sederhana, bangunan bertingkat, turap maupun pagar. Pada bangunan bertingkat banyak umumnya bata merah digunakan sebagai dinding pemisah dan pembentuk ruangan dan tidak difungsikan sebagai komponen struktur yang ikut memikul beban.
Pada bangunan sederhana, bata merah selain berfungsi sebagai pemisah dan pembentuk ruangan, juga berfungsi struktural sebagai penyalur beban diatasnya ( kusen jendela, atap, rangka kuda-kuda maupun balok ).
Meskipun batu bata pada bangunan sipil tidak diperuntukkan sebagai elemen struktur yang ikut memikul beban, namun persyaratan ukurannya harus dipenuhi sesuai dengan standar yang ada ( NI – 10 ). Kami jual bata merah yang sudah sangat perpengalaman dan mengetahui detail dan jenis batu, seoga bermanfaat atas apa yang kami rangkai di artikel di atas.

Leave a Comment